Tuesday, October 5, 2010

MENGENAL ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW (BHGN 3)

AISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. 

Sebelum hijrah, Aisyah r.a. telah dinikahi oleh Rasulullash saw di Makkah tepatnya pada bulan kesepuluh masa kenabian. Pada saat itu, Aisyah r.a. masih berusia 6 tahun. Di antara isteri-isteri Rasulullah saw, hanya Aisyah r.a. yang masih gadis ketika dinikahi oleh beliau sedangkan yang lainnya dinikahi dalam keadaan janda. Aisyah r.a. lahir 4 tahun setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul. Ketika Aisyah r.a. berusia 9 tahun barulah dia dibawa ke rumah Nabi saw. Rasulullah saw wafat ketika Aisyah r.a. berusia 18 tahun dan pada tanggal 17 Ramadhan tahun 57 hijriyah, malam selasa pula Aisyah r.a. telah wafat pada usia 66 tahun. Sebelum wafat, Aisyah r.a. telah berpesan agar dimakamkan di tempat pemakaman umum seperti juga ister-isteri Nabi saw yang lainnya. Jadi dia tidak dimakamkan di dalam kamar Nabi saw tetapi dimakamkan di pemakaman Baqi. 

Telah menjadi kepercayaan bangsa Arab pada saat itu, bahwa pernikahan yang dilaksanakan pada bulan Syawal akan mendatangkan hal-hal yang tidak baik. Mengenai hal ini, dengan bangga Aisyah r.a. berkata “ Saya telah menikah pada bulan Syawal dan telah berpindah ke rumah Rasulullah saw pada bulan syawal juga. Siapakah isteri Rasulullah saw yang paling beruntung dan paling dicintai olehnya?” 

Aisyah r.a. adalah seorg wanita yang cerdas. Dia byk meriwayatkan hadits dan menggali ilmu dari Rasulullah saw sehingga dia tampil sebagai seorg ilmuwan yang serba boleh. Selain itu dia juga meriwayatkan hadits dari Abu Bakar r.a., Umar bin Khattab r.a., Sa’ad bin Abi Waqqash r.a., Hamzah bin Amr al Aslami r.a., Jumadah binti Wahab r.a., dan dari Fatimah r.a.. 

Kisah mengenai pernikahan Rasulullah saw dengan Aisyah r.a. adalah sebagai berikut, “Setelah Khadijah r.a. meninggal, Khaulah binti Hakim r.a. dating menemui Rasullulah saw dan bertanya, “Wahai Rasuluulah saw, apakah engkau tidak ingin menikah lagi?” Beliau menjawab “Ya tapi dengan siapa?” Khaulah r.a. bertanya “ Mana yang engkau sukai, yang masih gadis atau yang sudah janda? Apabila engkau menginginkan yang gadis , dia adalah Aisyah puteri sahabat dekatmu sendiri Abu baker Siddiq dan apabila engkau menginginkan yang janda, pilihannya adalah Saudah binti Zam’ah.” Rasulullah saw menjawab, “ Baiklah, bicarakanlah dengannya, nanti saya lihat.” 

Kemudian Khaulah r.a. pergi ke rumah Abu Bakar r.a. dan berbicara dengan ibu Aisyah r.a. yang bernama Ummu Ruman r.a. “ Saya datang ke sini membawa suatu keberkahan dan kebaikan yang besar.” Ummu RUman r.a. bertanya “ Apakah itu?” Khaulah r.a. menjawab, “ Saya telah diutus oleh Rasulullah saw. Untuk meminang Aisyah.” Ummu Ruman terkejut sambil berkata “Bukankah dia adalah anak saudara Nabi sendiri, bagaimana mungkin dinikahi? Tetapi baiklah, saya akan berunding dengan ayahnya dahulu….” Ketika itu Abu Bakar r.a. sedang tidak ada di rumah. Setelah dia datang, maka diceritakan tawaran tersebut dan jawapan Abu Bakar r.a. juga sama dengan jawapan Ummu Ruman r.a. bahwa Aisyah r.a. adalah anak sedara Nabi sendiri, bagaiman mungkin dapat dinikahi? 

Kemudian Khaulah r.a. datang menemui Rasulullah saw dan menceritakan peristiwa tadi kepada beliau. Rasulullah saw bersabda “Memang Abu Bakar adalah sahabat saya dan saudara seIslam, tetapi puterinya boleh dinikahi oleh saya.” Maka Khaulah r.a. kembali ke rumah Abu Bakar r.a. dan memberi tahu jawapan Rasulullah saw. Hal ini membuat Abu Bakar r.a. menjadi gembira dan dia menghendaki Rasullulah saw datang sendiri. Lalu Rasulullah saw datang ke rumah Abu Bakar r.a. dan menikahlah keduanya.

Beberapa bulan setelah Rasulullah saw berhijrah ke Madinah, Abu Bakar r.a. bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak mengajak Aisyah r.a. untuk tinggal bersama engkau?” Rasulullah saw menjawab “Saya tidak mempunyai peralatan rumah tangga”. Kemudian Abu Bakar r.a. memberi wang kepada Rasulullah saw untuk memberli barang-barang yang diperlukan sehingga maslah itu dapat diselesaikan. Setelah semuanya siap, pada bulan Syawal tanggal 1 atau 2 Hijriyah, pada waktu Dhuha, Abu Bakar r.a. telah mengirimkan puterinya ke rumah Nabi saw. Inilah pernikahan Rasulullah saw yang dilaksanakan sebelum hijrah. Setelah itu, semua pernikahan beliau dilaksanakan setelah hijrah ke Madinah. 

No comments:

Post a Comment